Wednesday, February 21, 2018

Cara Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC

Indonesia dikenal dengan iklim tropisnya. Saat musim kemarau datang, umumnya suhu udara di luar rumah pada siang hari dapat mencapai rata-rata 35°Celcius, sementara suhu di bawah atap lebih dari 45 derajat Celcius akibat radiasi sinar UV. Tentunya hal ini menyebabkan suhu udara di dalam rumah ikut terasa panas.

Untuk membuat suhu di dalam rumah terasa sejuk, meski di luar sedang panas terik, tak jarang penggunaan air conditioner (AC) jadi andalan. Akan tetapi penggunaan AC dengan intensitas tinggi tentu akan berpengaruh kepada beban biaya listrik yang ditanggung tiap bulan. Bahkan, seringkali tidak dapat menjadi solusi yang memuaskan.

Rumah Sejuk Tanpa AC




Di satu sisi, banyak orang yang tidak sadar bahwa ada cara praktis, mudah, dan efisien, untuk membuat rumah tetap sejuk meski tidak menggunakan AC. Diantaranya:

Ventilasi silang

Ventilasi silang merupakan salah satu trik arsitektural yang umum diaplikasikan untuk membuat rumah terhindar dari suhu panas. Ventilasi silang merupakan dua ventilasi dengan posisi saling berhadapan dalam satu ruang.

Bentuk ventilasi silang ini biasa berupa pintu atau jendela. Letaknya tidak harus berada di dinding rumah, tetapi bisa juga diletakkan di bagian atas.

Dengan begitu sirkulasi udara tetap lancar, sehingga udara kotor dan bersuhu panas akan cepat keluar dan berganti udara bersih yang bersuhu dingin. Cara ini banyak digunakan untuk rumah-rumah di area dengan halaman yang luas.

Siasati dengan tinggi plafon
Plafon tinggi diyakini akan memperlambat masuknya suhu atau udara panas ke dalam ruangan. Mengapa demikian, karena sinar matahari tidak akan langsung masuk ke dalam ruang, melainkan mengenai dinding luar rumah terlebih dulu, lalu masuk ke dalam rangka atap.

Dari rangka atap, udara panas akan diteruskan ke plafon lalu mengalir ke dalam setiap ruangan di rumah.

Namun saat berencana membuat plafon tinggi di rumah, harus diusahakan ada airflow yang baik dan memadai. Misalnya jendela dari sisi samping ruang, depan maupun belakang. Jarak antar jendela pun sebaiknya tidak lebih dari 6 meter. Alternatifnya, gunakan kipas exhaust. Namun cara ini kurang efektif bila rumah berukuran tidak terlalu luas.

Pakai material tahan panas
Jika dengan plafon tinggi dan ventilasi silang rumah masih terasa panas, tidak ada salahnya beralih menggunakan material penahan panas seperti produk yang ditawarkan Zelltech.

Tidak hanya mudah dipasang, aluminium peredam panas dari Zelltech juga mampu membuat suhu di dalam rumah lebih sejuk.

Di samping itu, material ini bisa berfungsi sebagai pelindung dari radiasi sinar UV yang biasanya membuat suhu lebih panas. Terbuat dari 99,9% aluminium foil murni, bubble nya tidak menghasilkan materi yang dapat mengganggu pernafasan penyebab alergi, serta tahan terhadap serangan serangga.

Menariknya lagi, aluminium foil dari Zelltech biasa diaplikasikan pada bagian atap rumah maupun dinding rumah. Hasil dari pemakaiannya pun rapi, bersih, dan dijamin tahan lama. Sebab material ini mengandung ketahanan terhadap air dan lembab serta jamur.

Zelltech memberikan garansi produk sampai 10 tahun, gratis supervise langsung dari para ahli dan bersertifikat. Mulai dari UL723, KMT Japan, SGS, Sucofindo, dan Institut Teknologi Bandung yang membuatnya terbukti berkualitas.

No comments:

Post a Comment